"Sekeras apapun karang dilaut, pasti akan hancur juga oleh keistiqhomahan air"

"Syukuri dan ikuti jalan yang sudah Dia persiapkan untuk kita"

"Ini bukanlah akhir, namun hanyalah belokan saja"

"Keindahan dunia hanyalah semu belaka, negeri akhiratlah tujuan kita"

"Manjadda Wajada, selalu ada jalan untuk kita yang mau berusaha"

Jumat, 06 September 2013

Google API (Application Progamming Interface)


     Google menyediakan berbagai API (Application Programming Interface) yang sangat berguna bagi pengembang web maupun aplikasi desktop untuk memanfaatkan berbagai fitur yang disediakan oleh Google seperti misalnya: AdSenseSearch Engine,Translation maupun YouTube.

      API secara sederhana bisa diartikan sebagai kode program yang merupakan antarmuka atau penghubung antara aplikasi atau web yang kita buat dengan fungsi-fungsi yang dikerjakan. Misalnya dalam hal ini Google API berarti kode program (yang disederhanakan) yang dapat kita tambahkan pada aplikasi atau web kita untuk mengakses/menjalankan/memanfaatkan fungsi atau fitur yang disediakan Google. Misalnya saja kita bisa menambahkan fitur Google Map pada website kita.

      Google API dapat dipelajari langsung melalui Google Code. Melalui Google Code kita dapat belajar tentang Google API dan dapat mengimplementasikan pada aplikasi web atau website yang kita kembangkan.
Ada banyak API yang disediakan oleh Google, beberapa diantaranya adalah:
  1. Language API: untuk memanfaatkan fitur translation yang dimiliki Google.
  2. Earth API: memanfatkan fitur yang ada pada Google Earth
  3. Javascript API
  4. Maps API: memanfaatkan fitur yang ada pada Google Maps
  5. Search API: memanfaatkan fitur pencarian pada Google Search
  6. Visualization API: membuat grafik maupun chart dengan Google API
  7. YouTube API: memanfaatkan fitur yang ada pada YouTube misalnya untuk pencarian video
     Salah satu cara mudah mempelajari Google API adalah dengan memanfaatkan Google AJAX APIs Playground. AJAX APIs playground adalah sebuah situs yang disediakan oleh Google bagi kita untuk mencoba secara langsung sejumlah Google API yang berbasis AJAX (Asynchronous Javascript and XML). Karena berbasis AJAX maka tentunya semua kode program dalam sintaks Javascript yang bisa kita lihat, kopi dan paste secara langsung untuk digunakan pada website kita.
Dengan menggunakan Google AJAX API, kita bisa mengintegrasikan data pada website kita dengan API yang disediakan oleh Google.

Sumber : http://visualbasicfree.blogspot.com/2013/01/pengertian-google-api.html          


E - Commerce

      E-commerce atau bisa disebut Perdagangan elektronik atau e-dagang adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

         Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.

          E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.

          E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
       
          Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk :

1. Menyediakan harga kompetitif
2. Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah.
3. Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas.
4. Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon.
5. Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian.
6. Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dll.
7. Mempermudah kegiatan perdagangan

Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:

* E-mail dan Messaging                                         * Online Shopping
* Dokumen, spreadsheet, database                         * Akunting dan sistem keuangan
* Informasi pengiriman dan pemesanan                    * Onlie banking
* Sistem pembayaran domestik dan internasional
                                

        e-Commerce  akan  merubah  semua  kegiatan  marketing  dan  juga  sekaligus memangkas biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan).  Proses yang ada dalam E-commerce adalah sebagai berikut :
  • Presentasi electronis (Pembuatan Web site) untuk produk dan layanan.
  • Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan.
  • Otomasi  account  Pelanggan  secara  aman  (baik  nomor  rekening maupun  nomor kartu kredit)
  • Pembayaran  yang  dilakukan  secara  Langsung  (online)  dan  penanganan  transaksi (Januri, dkk, 2008).

Jenis E-Commerce
E-Commerce  dapat  dibagi  menjadi  beberapa  jenis  yang  memiliki  karakteristik berbeda-beda yaitu:

1. Business to Business (B2B)
    Business to Business e-Commerce memiliki karakteristik:
  • dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan  kata  lain,  servis  yang  digunakan  sudah  tertentu.  Hal  ini  memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
  • Salah  satu  pelaku  dapat  melakukan  inisiatif  untuk  mengirimkan  data,  tidak harus menunggu parternya.
  • Model  yang  umum  digunakan  adalah  peer-to-peer,  dimana  processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.
2.  Business to Consumer (B2C)
     Business to Consumer e-Commerce memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
  • Servis diberikan berdasarkan permohonan  (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
  • Pendekatan  client/server  sering  digunakan  dimana  diambil  asumsi  (client consumer)  menggunakan  sistem  yang  minimal  (berbasis Web)  dan  processing (business procedure) diletakkan di sisi server.

3. Consumen to consumen(C2C)
    Dalam  C2C  seseorang  menjual  produk  atau  jasa  ke  orang  lain.  Dapat  juga  disebut sebagai  pelanggan  ke  palanggan  yaitu  orang  yang menjual  produk  dan  jasa  ke  satu sama lain.Lelang C2C. Dalam lusinan negara, penjualan dan pembelian C2C dalam situs lelang sangat banyak. Kebanyakan  lelang dilakukan oleh perantara, seperti eBay.com, auctionanything.com,  para  pelanggan  juga  dapat  menggunakan  situs  khusus  seperti buyit.com  atau  bid2bid.com. Selain  itu  banyak  pelanggan  yang melakukan  lelangnya sendiri  seperti  greatshop.com  menyediakan  piranti  lunak  untuk  menciptakan komunitas lelang terbalik C2C online.

4. Comsumen to Business(C2B).
  Dalam C2B konsumen memeritahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu, dan  para  pemasok  bersaing  untuk  menyediakan  produk  atau  jasa  tersebut  ke konsumen. Contohnya  di  priceline.com,  dimana  pelanggan menyebutkan  produk  dan harga yang diinginkan, dan priceline mencoba menemukan pemasok yang memenuhi kebutuhan tersebut.  (Januri, dkk, 2008).

Keuntungan E-Commerce
  • Bagi Perusahaan, memperpendek  jarak, perluasan pasar, perluasan  jaringan mitra  bisnis  dan  efisiensi,  dengan  kata  lain  mempercepat  pelayanan  ke pelanggan, dan pelayanan  lebih responsif, serta mengurangi biaya-biaya yang berhubungan  dengan  kertas,  seperti  biaya  pos  surat,  pencetakan,  report,  dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan pendapatan.
  • Bagi Consumen, efektif, aman secara fisik dan flexible
  • Bagi Masyarakat Umum, mengurangi  polusi  dan  pencemaran  lingkungan, membuka peluang kerja baru, menguntungkan dunia akademis, meningkatkan kualitas SDM (Januri, dkk, 2008).
Kerugian E-Commerce 
  • Meningkatkan Individualisme, pada perdagangan elektronik seseorang dapat bertransaksi  dan  mendapatkan  barang/jasa  yang  diperlukan  tanpa  bertemu dengan siapapun.
  • Terkadang  Menimbulkan  Kekecewaan,  apa  yang  dilihat  dilayar  monitor komputer kadang berbeda dengan apa yang dilihat secara kasat mata. (Januri, dkk, 2008)
Perusahaan yang terkenal dalam bidang ini antara lain: eBay, Yahoo, Amazon.com, Google, dan Paypal. Untuk di Indonesia, bisa dilihat tradeworld.com, bhineka.com, fastncheap.com, dll.

Sumber : 


E - Learning

Pengertian E -Learning

    Menurut Rosenberg (2006,p28), elearning adalah penggunaan teknologi internet untuk menyampaikan solusi yang meningkatkan pengetahuan dan kinerja, sedangkan menurut Effendi (2005,p4), elearning mengacu pada semua kegiatan pelatihan yang menggunakan media elektronik atau teknologi informasi. Berdasarkan jumal Tsai, kita dapat mengetahui bahwa elearning digunakan untuk dapat menyampaikan materi pelajaran atau pelatihan tanpa adanya batasan tempat dan waktu, yang pada akhimya akan meningkatkan kualitas dari proses pelatihan tersebut. Untuk mencapai kualitas dari pelatihan juga dibutuhkan kolaborasi dari berbagai jenis elearning baik yang bersifat synchronous maupun asynchronous. Sedangkan menurut Ruth, kita dapat mengetahui untung rugi dari penerapan elearning, dimana penerapan elearning bukan berarti akan menghemat biaya, namun membutuhkan biaya yang besar untuk implementasinya seperti biaya pengadaan jaringan, server, maupun infrastruktur teknologi yang lainnya. Selain itu belum tentu semua pihak dalam organisasi mendukung e- learning tersebut karena ada beberapa pihak yang takut pekerjaan & kekuasaan mereka akan terancama dengan adanya e- learning ini. Jadi untuk menjawab tantangan ini makaelearning harus disosialisasikan dengan baik maksud dantujuannnya sehingga mampu mengurangi resistensi penolakan dari pihak dalam organisasi.

      Clark dan Meyer (2003, p13) mendefinisikan e- learning sebagai instruksi yang disampaikan di komputer  dengan menggunakan CD - ROM, internet, atau intranet dengan fitur- fitur sebagai berikut :

a. Menyertai  materi yang relevandengan tujuan pembelajaran
b. Menggunakan metode   instruksional seperti contoh dan latihan untuk membantu pembelajaran
c. Menggunakan   elemen elemen multimedia seperti text dan gambar untukmenyampaikan materinya
d. Menggunakan knowledge baru dan keahlian yang berhubungan dengan tujuan pembelajaran secara individual atau untuk meningkatkan kinerja organisasi. Jadi e-learning adalah suatu metode pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi terutama internet.

Keuntungan dan Keterbatasan E-Learning

Menurut  Rosenberg (2006,  p30) keuntungan e- learning  bagi perusahaan adalah sebagai  berikut :

1.   E- learning  menghabiskan biaya lebih rendah
e- learning memotong biaya beban peijalanan, mengurangiwaktu yang diperlukan untuk melatih pekeija, dan mengurangi penggunaan infrastruktur seperti  ruang kelas maupun instruktur.

2.   E- learning meningkatkan perubahan dalam bisnis
e- learning  dapat menjangkau jumlah  orang  yang tidak terbatas secara virtual dalam waktu yang serempak..

3.   Isinya lebih dipercaya dan tepat waktu
Karena  berbasis  web,  e- learning  dapat  diupdate  secara instan,  membuat  informasi menjadi lebih akurat 
dan bergunauntuk waktu yang lama.

4.   Learning  is easy
Orang dapat mengakses e-learning dimanapun dan kapanpun.

5.   No user "ramp up" time
Dengan  banyaknya orang  yang  sudah  terbiasa  dengan  web dan teknologi browser, belajar untuk mengakses e- learning  sudah bukan menjadi masalah.

6.   Universality (mendunia)
e-  learning ·merupakan  pembelajaran  berbasis   web  dan mengambil  keuntungan melalui protokol  internet yang universal.

7.   Membangun komunitas
Web memungkinkan orang untuk membangun komunitas latihandimana  merekaberkumpul untuk membagi  pengetahuan dan wawasan   setelah  program   pelatihan berakhir.

8.   Scalability
Program   dapat  meningkat dari 10 peserta menjadi 100 bahkan 100.000 peserta dengan biaya yang sedikit, selama infrastruktur masih memadai.

9. Meningkatkan investasi perusahaan kepada web
Eksekutif sedang mencari cara untuk meningkatkan investasi mereka pada intranet perusahaan. E- learning merupakan salah satu aplikasinya.

Menurut  Effendi dan Zhuang  (2005, pp9-15) keuntungan yang ditawarkan oleh e­-learning  adalah :

1. Biaya
Dengan adanya e-learning, perusahaan tidak perlu mengeluarkanbiaya untuk menyewa pelatih dan ruang kelas serta transportasi peserta pelatihan  dan pelatih. Perusahaan tidak perlu menyediakan makan siang, kopi, maupun peralatan kelas seperti papan tulis, proyektor, dan alat tulis.

2. Fleksibilitas Waktu
Karyawan dapat menyesuaikan waktu belajar, karyawan mudah mengakses e-learning. Ketika waktu sudah tidak memungkinkan atau karena ada hal lain yang lebih mendesak, mereka dapat meninggalkan pelajaran e-learning saat itu juga. Banyak program e-learning memiliki fasilitas bookmark. Fasilitas tersebut membuat karyawan yang kembali mengakses e-learning secara otomatis dibawa kehalaman terakhir pelajaran sebelumnya. Oleh karena itu, pelajar dapat dengan cepat dan nyaman melanjutkan pelajaran.

3. Fleksibilitas Tempat
Adanya  e-learning membuat karyawan santai mengakses pelatihan e-learning di kantor, bahkan di  meja kerja. Selama komputer terhubung dengan komputer yang menjadi server e-learning, mereka dapat mengaksesnya dengan mudah. Terlebih lagi, bila server e-learning terhuhung dengan internet, maka karyawan dapat mengakses pelajaran dari rumah.

4. Fleksihilitas Kecepatan Pemhelajaran
Karyawan memiliki gaya helajar herheda-heda. Oleh karena itu, wajar hila di dalam suatu kelas ada karyawan yang mengerti dengan cepat dan ada yang harus mengulang pelajaran untuk memahaminya. Karyawan yang lehih cepat menginginkan lehih hanyak materi, sedangkan karyawan yang  lehih lamhat menginginkan pengulangan pelajaran. Dengan e-learning dapat disesuaikan dengan kecepatan pemhelajaran masing- masing karyawan.

5. Standarisasi Pengajaran
Pelajaran dalam e-learning selalu memiliki kualitas sama setiap kali diakses dan tidak tergantung suasana hati pengajar.

6. Efektivitas Pengajaran
E-learning yang didesain dengan instructional design mutakhir memhuat elajar lehih mengerti isi pelajaran. Penyampaian pelajaran e-learning dapat herupa simulasi dan kasus- kasus, menggunakan hentuk permainan dan menerapkan teknologi animasi canggih.

7. Kecepatan Distrihusi
Kemajuan teknologi yang pesat menuntut suatu pelatihan teknologi haru dilaksanakan secepatnya dan jenjangkau area luas secara singkat.

8. Ketersediaan on- demand
Karena  e-learning dapat  sewaktu- waktu  diakses, e-learning dapat dianggap buku saku yang membantu setiap saat.

9. Budaya
Penggunaan e-learning menuntut self-learning, dimana seseorang memotivasi diri sendiri agar mau belajar. Sebaliknya pada sebagian besar pelatihan di Indonesia, motivasi belajar lebih banyak tergantung pada pengajar.

10. Investasi
Walaupun e-learning  menghemat biaya, tetapi suatu organisasi harusmengeluarkan investasi awal cukup besar untuk mulai mengimplementasikan e-learning. Implementasi dapat berupa biaya perancangan dan pembuatan program learning management system, paket pelajaran, dan biaya lain- lain seperti promosi dan change management system. Apabila  infrastruktur belum  memadai, organisasiharus mengeluarkan sejumlah dana untuk membeli  komputer, jaringan,dan server.

11. Teknologi
Karena teknologi yang digunakan beragam, ada kemungkinan teknologi tersebut tidak sejalan dengan  teknologi yang sudah ada dan terjadi konflik teknologi sehingga e-learning tidak berjalan dengan baik.

12. Infrastruktur
Internet belum menjangkau seluruh kota di Indonesia. Layanan Broadband adalah media yang dapat dilalui berbagai macam layanan, tidak  hanya internet, tetapi juga voice, komunikasi data perkecepatan tinggi (lebih  dari 10 Mbps) baru ada di kota­ kota besar. Akibatnya, belum semua orang atau wilayah  dapat merasakan e- learning dengan internet.

13. Materi
Walaupun internet menawarkan berbagai fungsi, ada beberapa materi yang tidak dapat dijalankan melalui  e-learning. Pelatihan yang  membutuhkan banyak  kegiatan fisik, seperti olah raga dan instrument musik sulit disampaikan melalui e-learning secara sempurna.

Content  E-learning

Menurut Clark dan Meyer (2003, pp15- 16) mengkategorikan content sebuah e-­learning ke dalam 5 tipe konten atau materi yaitu:

1.   Fact, yaitu data yang spesifik  dan unik
2.   Concept, yaitu sebuah kategorisasi pengetahuan yang terdiri daribanyak contoh
3.   Process, yaitu cara kelja  atau urutan dari aktivitas
4.   Procedure, yaitu tugas yang ditunjukkan dengan  aksi step  by step
5.   Principle, yaitu tugas yang ditunjukkan dengan mengadopsiguidelines (petunjuk).

Tipe  E-Learning

Menurut  Effendi  dan Zhuang  (2005,  p8) mengungkapkan bahwa e-learning itu mempunyai tipe berupa :

1.   Synchronous training
Adalah sebuah tipe pelatihan dimana proses pembelajaran teljadi   pada  saat  yang sama  ketika  pengajar sedang  mengajar dan murid belajar. Biasanya tipe seperti ini Iebih banyak digunakan dalam seminar atau konferensi yang pesertanya berasal dari beberapa negara. Tipe training seperti ini sifatnya mirip pelatihan di ruang kelas, namun ruang kelasnya bersifat  maya (virtual) dan peserta tersebar di seluruh dunia dan terhubung melalui internet.

2.   Asynchronous training
Adalah sebuah tipe pelatihan dimana  terjadi tidak pada waktu yang bersamaan. Traine dapat mengambil pelatihan pada waktu yang berbeda dengan pengajar memberikan pelatihan. Biasanya paket  pelajaran ini berbentuk bacaan dengan animasi, simulasi,permainan edukatif,  maupun Iatihan dan tes dengan jawabannya.

Prinsip E-Learing

Menurut  Clark dan Meyer (2003, p273) penerapan e-learning yang baik, harus menggunakan beberapa prinsip sebagai berikut :

1 . Prinsip multimedia
Gunakan teks dan grafik daripada hanya  kata- kata. Grafik yang digunakan ialah grafik yang benar -benar berhubungan dengan pesan yang ingin disampaikan dan fungsinya adalah untuk "edukasi, bukan untuk dekorasi."

2.   Prinsip "contiguinity"
Letakkan gambar  dan  teks  yang  saling  berhubungan, berdekatansatu  dengan  yang lainnya.

3.   Prinsip "modality"
Gunakan suara  (audio) ataupun teks  yang  dinarasikan daripada hanya menampilkan teks di layar.

4.     Prinsip "redudancy"
Sebuah teks yang ditampilkan di layar dan dibacakan pada saat yang bersamaan hanya akan mengganggu pembelajaran.

5.   Prinsip "coherence"
Menambahkan materi- materi menarik tertentu atau  menghilangkan hal-  hal  yg tidak diperlukan.

6.   Prinsip ''personalization"
Gunakan percakapan sehari- hari untuk  berkomunikasi dengan user.

Kamis, 05 September 2013

Pemrogaman Web

      Pemrograman web diambil dari 2 suku kata yaitu pemrograman dan web. Pemrograman diartikan proses, cara, perbuatan program. Definisi Web : jaringan komputer yang terdiri dari kumpulan situs internet yang menawarkan teks dan grafik dan suara dan sumber daya animasi melalui protokol transfer hypertext. Orang banyak mengenal web dengan istilah WWW (world wide web), World Wide Web adalah layanan internet yang paling populer saat ini internet mulai dikenal dan digunakan secara luas setelah adanya layanan WWW. WWW adalah halaman-halaman website yang dapat saling terkoneksi satu dengan lainnya (hyperlink) yang membentuk samudra belantara informasi.
             
      WWW berjalan dengan protokol HyperText Transfer Protokol (HTTP). Halaman Web merupakan file teks murni (plain text) yang berisi sintaks-sintaks HTML yang dapat dibuka/ dilihat/ diterjemahkan dengan Internet Browser . Sintaks HTML mampu memuat konten text, gambar, audio, video dan animasi. Kini internet identik dengan web, karena kepopuleran web sebagai standar interface pada lanyanan-layanan yang ada di internet, dari awalnya sebagai penyedia informasi, ini digunakan juga untuk komunikasi dari email sampai dengan chatting, sampai dengan melakukan transaksi bisnis (commerce).

        Banyak keuntungan yang diberikan oleh Aplikasi berbasis Web dari pada aplikasi berbasis desktop, sehingga aplikasi berbasis web telah diadopsi oleh perusahaan sebagai bagian dari strategi teknologi informasinya, karena beberapa alasan :


  1. Akses informasi mudah
  2. Setup server lebih mudah
  3. Informasi mudah didistribusikan
  4. Bebas platform, informasi dapat disajikan oleh browser web pada sistem operasi mana saja karena adanya standar dokumen berbagai tipe data dapat disajikan

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman_web


  Sedangkan menurut Zainal hakim, Pemrogaman web adalah sebagai berikut : http://www.zainalhakim.web.id/posting/apa-itu-pemrograman-web.html